Selasa, 20 Maret 2018

Tugas 1 : Perekonomian Indonesia

PENDAPATAN PERKAPITA

     Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kepita juga merefleksikan PDB per kapita.

    Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut. 

     Badan Pusat Statistik (BPS) mempubikasikan, bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2016 yang mencapai 5.02% mencatatkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 12 406 809.8 milyar dan pendapatan per kapita di Indonesia mencapai Rp 47,96 juta.

       Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) atas Dasar Harga tersebut meningkat jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai Rp 6 864 133.1 milyar dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 28,78 juta. Sedangkan pada 2011 Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai Rp 7 831 726.0 milyar dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 32,36 juta.

Untuk lebih jelas ini tabel dan grafik Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan dan Pendapatan per Kapita atas Dasar Harga Berlaku, 2010-2016.

Rincian
2010
2011
2012
2013
2014
2015*
2016**
Produk Domestik Bruto (miliar rupiah)
6 864 133.1
7 831 726.0
8 615 704.5
9 546 134.0
10 569 705.3
11 531 716.9
12 406 809.8
Produk Domestik Bruto per kapita (ribu rupiah)
28 778.2
32 363.7
35 105.2
38 365.9
41 915.9
45 140.7
47 957.4
Produk Nasional Bruto (miliar rupiah)
6 681 362.2
7 614 833.3
8 372 511.5
9 260 807.8
10 215 312.2
11 153 394.9
11 986 721.6
Produk Nasional Bruto per kapita (ribu rupiah)
28 011.9
31 467.5
34 114.3
37 219.2
40 510.5
43 659.8
46 333.6
Pendapatan Nasional (miliar rupiah)
5 172 926.0
5 967 173.9
6 510 395.3
7 188 558.5
7 911 932.2
8 428 985.8
9 411 096.0
Pendapatan Nasional per kapita (ribu rupiah)
21 687.7
24 658.7
26 527.0
28 890.8
31 376.0
32 995.1
36 377.7
Jumlah penduduk pertengahan tahun 1 (juta orang)
238.5
242.0
245.4
248.8
252.2
255.5
258.7














      Meski jumlah tersebut terus mengalami kenaikan namum masih banyak ketimpangan atau kesenjangan yang cukup tajam, khususnya perbedaan di wilayah perkotaan dan pedesaan. Salah satu hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah untuk mengurangi ketimpangan atau kesenjangan ini adalah dengan cara memberikan akses yang lebih mudah di bidang pendidikan, modal, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan pembangunan infrastruktur. Dan terlebih khusus lagi adalah pemerataan antara wilayah yang ada di Indonesia.


LAJU INFLASI

     Dalam ilmu ekonomi, Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

     Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hipertensi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10% - 30% setahun; inflasi berat antara 30% - 100%; dan inflasi hipertensi terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%.

     Secara historis, tingkat dan kecendrungan inflasi di Indonesia lebih tinggi di banding negara-negara berkembang yang lain. Negara berkembang lain hanya mengalami rata-rata tingkat inflasi antara 3% sampai 5% pada periode 2005-2014, sedangkan Indonesia memiliki rata-rata tingkat inflasi tahunan sekitar 8.5% dalam periode yang sama.

Untuk lebih jelas ini tabel dan grafik pertumbuhan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan Indonesia, 2005-2018.
Bulan
2005
2006
2007
2008
2009
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
Januari
118.53
1.43
138.72
1.36
147.41
1.04
158.26
1.77
113.78
-0.07
Februari
118.33
-0.17
139.53
0.58
148.32
0.62
159.29
0.65
114.02
0.21
Maret
120.59
1.91
139.57
0.03
148.67
0.24
160.81
0.95
114.27
0.22
April
121.00
0.34
139.64
0.05
148.43
-0.16
161.73
0.57
113.92
-0.31
Mei
121.25
0.21
140.16
0.37
148.58
0.1
164.01
1.41
113.97
0.04
Juni
121.86
0.5
140.79
0.45
148.92
0.23
110,08*)
2,46*)
114.1
0.11
Juli
122.81
0.78
141.42
0.45
149.99
0.72
111.59
1.37
114.61
0.45
Agustus
123.48
0.55
141.88
0.33
151.11
0.75
112.16
0.51
115.25
0.56
September
124.33
0.69
142.42
0.38
152.32
0.8
113.25
0.97
116.46
1.05
Oktober
135.15
8.7
143.65
0.86
153.53
0.79
113.76
0.45
116.68
0.19
November
136.92
1.31
144.14
0.34
153.81
0.18
113.9
0.12
116.65
-0.03
Desember
136.86
-0.04
145.89
1.21
155.5
1.1
113.86
-0.04
117.03
0.33
Tingkat Inflasi

17.11
6.6
6.59
11.06
2.78




Bulan
2010
2011
2012
2013
20142)
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
Januari
118.01
0.84
126.29
0.89
130.9
0.76
136.88
1.03
110,992)
1.07
Februari
118.36
0.3
126.46
0.13
130.96
0.05
137.91
0.75
111.28
0.26
Maret
118.19
-0.14
126.05
-0.32
131.05
0.07
138.78
0.63
111.37
0.08
April
118.37
0.15
125.66
-0.31
131.32
0.21
138.64
-0.1
111.35
-0.02
Mei
118.71
0.29
125.81
0.12
131.41
0.07
138.6
-0.03
111.53
0.16
Juni
119.86
0.97
126.5
0.55
132.23
0.62
140.03
1.03
112.01
0.43
Juli
121.74
1.57
127.35
0.67
133.16
0.7
144.63
3.29
113.05
0.93
Agustus
122.67
0.76
128.54
0.93
134.43
0.95
146.25
1.12
113.58
0.47
September
123.21
0.44
128.89
0.27
134.45
0.01
145.74
-0.35
113.89
0.27
Oktober
123.29
0.06
128.74
-0.12
134.67
0.16
145.87
0.09
114.42
0.47
November
124.03
0.6
129.18
0.34
134.76
0.07
146.04
0.12
116.14
1.5
Desember
125.17
0.92
129.91
0.57
135.49
0.54
146.84
0.55
119
2.46
Tingkat Inflasi

6.96

3.79

4.3

8.38

8.36
Bulan
2015
2016
2017
2018
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
Januari
118.71
-0.24
123.62
0.51
127.94
0.97
132.10
0.62
Februari
118.28
-0.36
123.51
-0.09
128.24
0.23
132.32
0.17
Maret
118.48
0.17
123.75
0.19
128.22
-0.02


April
118.91
0.36
123.19
-0.45
128.33
0.09


Mei
119.50
0.50
123.48
0.24
128.83
0.39


Juni
120.14
0.54
124.29
0.66
129.72
0.69


Juli
121.26
0.93
125.15
0.69
130.00
0.22


Agustus
121.73
0.39
125.13
-0.02
129.91
-0.07


September
121.67
-0.05
125.41
0.22
130.08
0.13


Oktober
121.57
-0.08
125.59
0.14
130.09
0.01


November
121.82
0.21
126.18
0.47
130.35
0.2


Desember
122.99
0.96
126.71
0.42
131.28
0.71


Tingkat Inflasi

3.35

3.02

3.61

0.79
      Inflasi banyak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat, diantaranya; harga barang dan jasa naik, nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang, menimbulkan tindakan spekulaasi, banyak proyek pembangunan yang tertunda, dan kesadaran masyarakat untuk menabung akan berkurang.


KEMISKINAN


     Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

     Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.

     Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 27,77 juta (10,64%) pada tahun maret 2017 menjadi 26.58 juta (10.12%) pada september 2017. Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

        Untuk lebih jelas ini tabel dan grafik Jumlah Penduduk miskin, Presentase Penduduk Miskin, dan Garis Kemiskinan, 1970-2017.
Tahun
Jumlah Penduduk Miskin (Juta Orang)
Persentase Penduduk Miskin
Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan)
Kota
Desa
Kota+Desa
Kota
Desa
Kota+Desa
Kota
Desa
1970
n.a
n.a
70.00
n.a
n.a
60.00
n.a
n.a
1976
10.00
44.20
54.20
38.80
40.40
40.10
4 522
2 849
1978
8.30
38.90
47.20
30.80
33.40
33.30
4 969
2 981
1980
9.50
32.80
42.30
29.00
28.40
28.60
6 831
4 449
1981
9.30
31.30
40.60
28.10
26.50
26.90
9 777
5 877
1984
9.30
25.70
35.00
23.10
21.20
21.60
13 731
7 746
1987
9.70
20.30
30.00
20.10
16.10
17.40
17 381
10 294
1990
9.40
17.80
27.20
16.80
14.30
15.10
20 614
13 295
1993
8.70
17.20
25.90
13.40
13.80
13.70
27 905
18 244
1996
7.20
15.30
22.50
9.70
12.30
11.30
38 246
27 413
1996
9.42
24.59
34.01
13.39
19.78
17.47
42 032
31 366
1998
17.60
31.90
49.50
21.92
25.72
24.20
96 959
72 780
1999
15.64
32.33
47.97
19.41
26.03
23.43
92 409
74 272
2000
12.31
26.43
38.74
14.60
22.38
19.14
91 632
73 648
2001
8.60
29.27
37.87
9.79
24.84
18.41
100 011
80 382
2002
13.32
25.08
38.39
14.46
21.10
18.20
130 499
96 512
2003
12.26
25.08
37.34
13.57
20.23
17.42
138 803
105 888
2004
11.37
24.78
36.15
12.13
20.11
16.66
143 455
108 725
2005
12.40
22.70
35.10
11.68
19.98
15.97
165 565
117 365
2006
14.49
24.81
39.30
13.47
21.81
17.75
174 290
130 584
2007
13.56
23.61
37.17
12.52
20.37
16.58
187 942
146 837
2008
12.77
22.19
34.96
11.65
18.93
15.42
204 896
161 831
2009
11.91
20.62
32.53
10.72
17.35
14.15
222 123
179 835
2010
11.10
19.93
31.02
9.87
16.56
13.33
232 989
192 354
Maret 2011
11.05
18.97
30.02
9.23
15.72
12.49
253 016
213 395
September 2011
10.95
18.94
29.89
9.09
15.59
12.36
263 594
223 181
Maret 2012
10.65
18.49
29.13
8.78
15.12
11.96
267 408
229 226
September 2012
10.51
18.09
28.59
8.60
14.70
11.66
277 382
240 441
Maret 2013
10.33
17.74
28.07
8.39
14.32
11.37
289 042
253 273
September 2013
10.63
17.92
28.55
8.52
14.42
11.47
308 826
275 779
Maret 2014
10.51
17.77
28.28
8.34
14.17
11.25
318 514
286 097
September 2014
10.36
17.37
27.73
8.16
13.76
10.96
326 853
296 681
Maret 2015
10.65
17.94
28.59
8.29
14.21
11.22
342 541
317 881
September 2015
10.62
17.89
28.51
8.22
14.09
11.13
356 378
333 034
Maret 2016
10.34
17.67
28.01
7.79
14.11
10.86
364 527
343 647
September 2016
10.49
17.28
27.76
7.73
13.96
10.70
372 114
350 420
Maret 2017
10.67
17.10
27.77
7.72
13.93
10.64
385 621
361 496
September 2017
10.27
16.31
26.58
7.26
13.47
10.12
400 995
370 910






































     Upaya penanggulangan kemiskinan pada hakekatnya merupakan upaya bersama dari semua pemangku kepentingan, sehingga membutuhkan sinergi dan kemitraan dengan semua pihak. Pemerintah, termasuk pemerintah daerah, kalangan swasta, kalangan organisasi kemasyarakatan, kalangan universitas dan akademisi, kalangan politik dan tentunya masyarakat sendiri perlu membangun visi yang sama, pola pikir dan juga pola tindak yang saling menguatkan dengan difokuskan pada upaya penanggulangan kemiskinan. Dalam kemitraan yang saling menguatkan inilah maka berbagai sasaran peningkatan kesejahteraan rakyat dapat dicapai dengan baik. Pemerintah sangat mendukung setiap prakarsa dan inovasi yang dijalankan serta dikembangkan oleh semua pihak dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan rakyat ini.


PENGANGGURAN

     Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

     Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pada agustus tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia menjadi 7,04 juta orang sedangkan pada agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang. Meski mengalami peningkatan, jika dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada agustus turun 0,11 poin dari 5,61 di agustus 2016 menjadi 5,50 di periode yang sama tahun 2017.

     Untuk lebih jelas ini tabel dan grafik Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2013-2017.

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan
2013
2014
2015
2016
2017
Februari
Agustus
Februari
Agustus
Februari
Agustus
Februari
Agustus
Februari
Agustus
Tidak/belum pernah sekolah
112,435
81,432
134,040
74,898
124,303
55,554
94,293
59,346
92,331
62,984
Tidak/belum tamat SD
523,400
489,152
610,574
389,550
603,194
371,542
557,418
384,069
546,897
404,435
SD
1,421,873
1,347,555
1,374,822
1,229,652
1,320,392
1,004,961
1,218,954
1,035,731
1,292,234
904,561
SLTP
1,821,429
1,689,643
1,693,203
1,566,838
1,650,387
1,373,919
1,313,815
1,294,483
1,281,240
1,274,417
SLTA Umum/SMU
1,874,799
1,925,660
1,893,509
1,962,786
1,762,411
2,280,029
1,546,699
1,950,626
1,552,894
1,910,829
SLTA Kejuruan/SMK
864,649
1,258,201
847,365
1,332,521
1,174,366
1,569,690
1,348,327
1,520,549
1,383,022
1,621,402
Akademi/Diploma
197,270
185,103
195,258
193,517
254,312
251,541
249,362
219,736
249,705
242,937
Universitas
425,042
434,185
398,298
495,143
565,402
653,586
695,304
567,235
606,939
618,758
Total
7,240,897
7,410,931
7,147,069
7,244,905
7,454,767
7,560,822
7,024,172
7,031,775
7,005,262
  7,005,262 





     Pertumbuhan makro ekonomi yang cukup kuat selama lebih dari satu dekade ini secara perlahan telah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Namun, dengan kira-kira dua juta penduduk Indonesia yang tiap tahunnya terjun ke dunia kerja, adalah tantangan yang sangat besar untuk pemerintah Indonesai agar menstimulasikan penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah; pengangguran muda adalah salah satu kekhawatiran utama dan butuh tindakan yang cepat.





Referensi :

Selasa, 05 Desember 2017

TUGAS 6

PERTIMBANGAN DALAM MENENTUKAN SUATU LOKASI BAIK UNTUK KANTOR PUSAT, GUDANG MAUPUN PABRIK


Prioritas utama untuk menganalisis masalah lokasi adalah penentuan tujuan untuk lokasi jenis apa, apakah untuk kantor pusat, lokasi cabang, lokasi pabrikah penentuan tujuan untuk lokasi jenis apa, apakah untuk kantor pusat, lokasi cabang, lokasi pabrik atau lokasi gudang. Masing-masing lokasi memiliki pertimbangan sendiri, misalnya apakah lokasi harus dekat dengan konsumen atau bahan baku. Lokasi yang sulit dijangkau konsumen akan sangat berbahaya bagi kehidupan perusahaan. Demikian pula lokasi yang terlalu jauh dari bahan baku akan menabahah beban biaya, baik biaya transportasi maupun biaya lainnya. Oleh karena itu, penentuan lokasi harus tepat sasaran dengan berbagai pertimbangan.

Secara umum pertimbangan untuk menentukan lokasi adalah sebagai berikut :
  1. Jenis usaha yang dijalankan
  2. Dekat dengan konsumen atau pasar
  3. Dekat dengan bahan baku
  4. Ketersediaan tenaga kerja
  5. Sarana dan prasarana (tranportasi, listrik dan air)
  6. Dekat lembaga permeritahan
  7. Dekat dengan lembaga keuangan
  8. Berada di kawasan industri
  9. Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan
  10. Kondisi adat istiadat, budaya dan sikap masyarakat setepat
  11. Hukum yang berlaku di wilayah setempat
  12. Dan pertimbangan lainnya.


Untuk lokasi kantor pusat pertimbangan utamanya adalah berada di ibukota Negara atau propinsi yang tentunya dekat dengan pusat pemerintahan dan lembanga keuangan, tersedia sarana dan prasarana, serta dekat dengan pasar.

Sementara itu, pertimbangan khusus untuk lokasi pabrik paling tidak ada dua faktor penentu, yaitu :
  • Faktor Utama (primer)
  1. Dekat dengan pasar
  2. Dekat dengan bahan baku
  3. Tersedia tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang diinginkan
  4. Terdapat fasilitas pengangkutan seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara
  5. Tersedia sarana dan prasarana seperti listrik
  6. Sikap masyarakat.
  • Faktor Sekunder
  1. Biaya untuk investasi di lokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung
  2. Prospek perkembangan harga atau kemajuan di lokasi tersebut di masa yang akan datang
  3. Kemungkinan untuk perluasan lokasi
  4. Terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelajaan atau perumahan
  5. Iklim dan tanah
  6. Masalah pajak dan peraturan pemburuhan di daerah setempat.


Kemudian, pertimbangan untuk lokasi gudang yang umum adalah sebagai berikut :
  1. Di kawasan industri
  2. Dekat dengan pasar
  3. Dekat dengan bahan baku
  4. Tersedia saran dan prasarana
  5. Transportasi.


7 CONTOH PELANGGARAN ETIKA BISNIS YANG DILAKUKAN DALAM LINGKUNGAN BISNIS


  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Hukum

Perusahaan X yang melakukan PHK terhadap karyawannya tanpa memberikan pesangon sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang tentang ketenagakerjaan.  Dalam kasus ini perusahaan X dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.
  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Transparansi

Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid. Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, Yayasan X dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi.

  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Akuntabilitas

Sebuah Rumah Sakit Swasta melalui pihak pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban, dia berhubungan dengan pengelola bukan pengurus. Pihak pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut. Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini, RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit.
  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Pertanggungjawaban

Sebuah perusahaan PJTKI melakukan rekruitmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dan dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini, Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.

  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Kewajaran

Sebuah perusahaan property tidak memberikan surat ijin membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling perumahan milik perusahaan tersebut. Konsumen pertama sudah memenuhi kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya. Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah, karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum ada ijin dari pusat perusahaan. Dikawasan kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi ijin pembangunan rumah, sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi ijin dan rumah mereka sudah dibangun semuannya. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya untuk melakukan penuntutan segera pemberian ijin pembangunan rumah. Dari kasus ini, perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal.
  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Kejujuran

Sebuah perusahaan pengembang membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. Sesuai dengan kesepakatan pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. Selang beberapa bulan kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan serius. Dalam kasus ini, pihak perusahaan kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang.

  • Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Empati

Seorang nasabah sebut saja X, dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. X sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar angsuran, namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan. Beberapa minggu setelah jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu. Pihak perusahaan menagih dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Dalam kasus ini, kita dapat mengkategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran prinsip empati pada nasabah X, karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat.



ALASAN ILMU MANAJEMEN SEMAKIN LAMA SEMAKIN PENTING

Menurut saya, ilmu manajemen semakin lama semakin penting karena manajemen merupakan suatu pedoman, pikiran dan tindakan untuk merencanakan pencapaian tujuan perusahaan yang optimal di masa yang akan datang. Tanpa adanya manajemen proses atau aktivitas perusahaan tidak akan berjalan dengan baik dan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian.


TUGAS 5

ALASAN ORGANISASI PENTING DALAM DUNIA BISNIS


Karena organisasi itu dapat memudahkan pengembangan SDM, dengan adanya struktur organisasi kita dapat melihat bagian dari perusahaan apa yang akan membutuhkan SDM dan juga dapat menjadi alat saat perusahaan akan melakukan penambahan karyawan nantinya. Struktur organisasi bisa digunakan karyawan untuk mengetahui posisi jabatan mereka di perusahaan dan bisa menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan untuk bekerja lebih baik supaya naik jabatan.



ALASAN MASALAH ORGANISASI MAKIN BANYAK SEHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN BISNIS


Ketika suatu organisasi berkembang, maka organisasi akan mengalami persoalan akibat perkembangannya. Semakin banyak jumlah pegawai, maka biaya operasi yang dikeluarkan oleh suatu usaha juga meningkat. Ini memberi tantangan organisasi untuk mendapatkan omset dan laba yang semakin besar juga. Karena permasalahan yang semakin banyak ini, kemampuan manajemen organisasi sangat penting, untuk mengatur organisasi dan membuatnya lebih bisa bertahan menghadapi permasalahan baru.


ALASAN KEJUJURAN MERUPAKAN KATA KUNCI BAGI KEBERHASILAN DALAM KARIR PERDAGANGAN


Kejujuran merupakan kunci utama yang harus diterapkan dalam dunia bisnis agar masyarakat bisa percaya dan yakin dengan usaha kita dan agar seorang pedagang dapat mencapai kesuksesannya. Nilai sebuah kejujuran itu sangat mahal harganya karena ketika seorang pedagang berlaku tidak jujur maka kepercayaan pelanggan padanya akan langsung hilang dan usaha yang dilandasi sikap jujur akan berdampak sangat baik terhadap keuntungan usaha.



Referensi :

(Selasa, 05 Desember 2017. 16.54 PM)

(Selasa, 05 Desember 2017. 17.00 PM)

(Selasa, 05 Desember 2017. 17.05 PM)

Minggu, 26 November 2017

TUGAS 4

PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN ORIENTASI PASAR DAN YANG TIDAK BERORIENTASI PASAR

Contoh perusahaan yang menggunakan orientasi pasar :
  • PT Pelabuhan Indonesia II
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
  • PT Semen Indonesia Tbk
  • PT Gudang Garam Tbk
  • PT Unilever
  • PT Anugerah Lever
  • PT Techopia Lever
  • PT Knoor Indonesia
  • PT Hanjaya Mandala Sampoerna


Contoh perusahaan yang tidak berorientasi pasar :
  • ITO (International Trade Organization) atau WTO (World Trade Organization)
  • FAO (Food and Argicultural Organization)
  • ILO (International Labour Organization)
  • GATT ( General Egreement on Tariff and Trade)
  • IFC (International Finance Corporation)
  • ASEM (Asia Eroupe Meeting)
  • AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asia Tenggara



ALASAN ORIENTASI PASAR DAN YANG TIDAK BERORIENTASI PASAR AKAN BERHASIL DALAM JANGKA PANJANG

Menurut saya, orientasi pasar akan berhasil dalam jangka panjang karena orientasi pasar perlu pengetahuan tentang jenis dan karakteristik pasar yang dimasuki. Orientasi pasar merupakan budaya bisnis yang mempunyai komitmen untuk terus berkreasi agar menciptakan nilai unggul bagi pelanggan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui arah yang jelas tentang orientasi pasar dari produk yang dihasilkan. Orientasi pasar juga penting bagi kelangsungan perusahaan.


ALASAN PERUSAHAAN PERLU MENERAPKAN CMR DAN KEUNTUNGANNYA

Karena pada saat ini perkembangan teknologi berkembang sangat pesat, oleh karena itu perusahaan harus menerapkan CMR (Customer Relationship Management) untuk menjaga konsentrasi perusahaan dalam menjaga pelanggannya agar tidak lari ke pesaing lain dengan mengumpulkan segala bentuk interaksi pelanggan demi mencapai perumbuhan perusahaan yang sehat. Keuntungannya adalah perusahaan dapat meningkatkan kemajuan dan mempertahankan perusahaan dari persaingan perusahaan lain.



Referensi :

(Minggu, 26 November 2017. 14.00 PM)

(Minggu, 26 November 2017. 14.12 PM)

(Minggu, 26 November 2017. 14.17 PM)

(Minggu, 26 November 2017. 14.24 PM)

(Minggu, 26 November 2017. 14.32 PM)

(Minggu, 26 November 2017. 14.35 PM)

THE REAL PATHWAY TOWARD THE MEDINAT AL-FALAH

Kajian Ketujuh : Sabtu, 18 Agustus 2018  (Kak Qodhyan Fatahillah)  Board of Directors :  1. Qodhyan Fatahillah  2. Siti Jamilah...